Ketahui Tujuan Investasi dengan Mengenal Jenis-Jenis Investasi Reksadana

Bagi Anda yang baru akan memulai untuk investasi atau memiliki jadwal yang cukup padat sehingga kesulitan untuk melakukan riset pasar, investasi reksadana bisa menjadi salah satu investasi yang tepat. Ada banyak sekali jenis investasi reksadana yang bisa Anda pilih sesuai dengan keuntungan hingga tingkat risikonya. Salah satu asuransi yang menyediakan investasi reksadana yang cukup beragam yaitu Sequislife. Sebelum Anda memilih untuk berinvestasi, mengetahui jenis-jenis reksadana dan cara kerja masing-masing reksadana sangatlah penting untuk dilakukan. Berikut ini adalah beberapa jenis reksadana yang bisa Anda pilih sesuai dengan tingkat risiko maupun keuntungan yang didapatkan.
1. Reksadana Saham
Reksadana Saham atau yang disebut dengan Equity Fund merupakan salah satu jenis reksadana yang cukup populer dikalangan para investor. Reksadana saham ini memiliki karakteristik yaitu mengikuti pertumbuhan dan pergerajan pasar saham atau IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Investasi ini banyak diminati oleh berbagai kalangan baik investor pemula hingga senior karena memiliki pengembalian yang sangat tinggi. Tidak hanya pengembalian saja yang tinggi, tingkat fluktuasi harga reksadana saham juga sangat tinggi. Dengan tingkat pengembalian yang tinggi setidaknya 80% dari modal, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sangat banyak dari investasi jenis ini.

Investasi reksadana saham juga banyak dipilih untuk para investor yang ingin menabung untuk jangka panjang. Reksadana saham ini bisa digunakan sebagai investasi jangkan panjang karena fluktuasi nilainya bisa didapatkan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun. Selain itu, reksadana saham juga banyak dipilih karena saham yang dipilih merupakan kumpulan dari saham-saham unggulan. Bagi Anda yang merupakann investor pemula atau investor dengan jadwal yang sangat padat, Anda tidak perlu khawatir lagi untuk mengelola investasi Anda. Hal ini dikarenakan reksadana sudah diatur oleh manajemen investasi yang professional.

  1. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap atau jenis investasi reksadana Fixed Income merupakan salah satu reksadana yang digunakan untuk tingkat pengembalian menengah. Reksadana jenis ini memiliki tingkat risiko yang sedang dan digunakan untuk instrument investasi yang berupa hutang atau obligasi. Tak sedikit orang yang memilih untuk berinvestasi reksadana yang satu ini terutama untuk para investor yang mengeluarkan biaya investor dengan jangka waktu yang sedikit lama. Investasi jenis ini memiliki nilai fluktuasi yang cukup rendah dibandingkan dengan jenis reksadana saham. Dengan fluktuasi yang rendah, investor bisa mendapatkan keuntungan mulai dari 1 tahun hingga 3 tahun. Reksadana jenis ini sangat cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi jangka menengah namun dengan tingkat pengembalian yang sedang. Meskipun begitu, investor juga banyak yang memilih reksadana jenis ini karena presentase keuntungan yang didapatkan bisa mencapai 80%.

  1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Money Market atau pasar uang merupakan salah satu investasi dengan tingkat likuiditas serta tingkat pengembalian yang tinggi. Investasi reksadana jenis pasar uang ini banyak dipilih untuk para investor jangka pendek. Dengan tingkat likuiditas yang tinggi, pengembalian investasi ini berupa obligasi. Investor yang melakukan investasi reksadana pasar uang akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk deposito serta obligasi. Selain itu, investor juga harus melakukan investasi sebesar 100% pada bursa pasar uang. Tak sedikit orang yang memilih reksadana jenis ini karena memiliki tingkat risiko yang rendah. Dengan tingkat risiko yang rendah, tentu keuntungan yang akan didapatkan juga cukup rendah dibandingkan jenis investasi reksadana yang lainnya. Sehingga sangat cocok untuk Anda yang memiliki modal kecil dan investor pemula. Namun, keuntungan dari reksadana pasar uang yaitu jangka investasi yang sangat fleksibel serta pengambilan dana juga fleksibel. Sehingga Anda bisa melakukan investasi kapan saja bahkan mengambil dana kapan saja tanpa dikenai denda. Bahkan untuk melakukan investasi ini, Anda bisa memulainya dengan investasi Rp 100.000,-.

  1. Reksadana Campuran

Bagi Anda yang ingin mencoba untuk memulai investasi jangka menengah atau jangka panjang, investasi reksadana campuran sangat cocok untuk Anda. Reksadana jenis ini memungkinkan Anda melakukan investasi denagn instrument investasi yang lebih variatif. Alokasi instrument investasi reksadana campuran bisa pada pasar uang, saham hingga obligasi. Jangka untuk mendapatkan keuntungan yaitu mulai dari 3 tahun hingga 5 tahun. Selain itu, dengan nilai fluktiasi yang lebih rendah, Anda bisa juga mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi karena instrument investasi yang lebih banyak. Bahkan tak sedikit yang mencoba memulai investasi ini dibandingkan reksadana pendapatan tetap karena keuntungan yang didapatkan bisa lebih tinggi.

Itulah beberapa jenis investasi reksadana yang bisa Anda pilih dan dicoba. Dengan mengetahui hal-hal penting seperti karakteristik, tingkat fluktuasi, tingkat risiko hingga jangka waktu untuk mendapatkan keuntungan, Anda bisa memilih investasi yang tepat. Selain itu, pentingnya mengetahui hal-hal penting dalam investasi yaitu untuk memantapkan tujuan Anda melakukan investasi.

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *